Home / Berita / KONSEP BIOREFINERI
Yueyi Indonesia

KONSEP BIOREFINERI

biorefinery_conceptApa itu biorefineri? Kog, kata biorefineri mirip dengan istilah refineri di perminyakan? Ya betul, refineri memang istilah umumnya adalah pabrik pengilangan atau kilang minyak. Maksudnya, pabrik yang dirancang dan dioperasikan untuk menghasilkan minyak.

Jadi biorefineri adalah fasilitas yang mengintegrasikan peralatan dan proses konversi biomassa untuk memproduksi bahan bakar, listrik, dan bahan kimia bernilai tambah dari biomassa. Biorefinery analog dengan kilang minyak saat ini, yang menghasilkan beberapa bahan bakar dan produk dari minyak bumi.  Dengan memproduksi beberapa produk, biorefinery mengambil keuntungan dan memaksimalkan nilai yang berasal dari bahan baku biomassa.

Sebuah biorefinery bisa,  misalnya, menghasilkan satu atau beberapa volume saja tetapi bernilai tinggi. Ada juga produk kimia dan nilai rendah tapi memiliki volume besar  untuk bahan bakar transportasi cair seperti biodiesel atau bioetanol.  Pada saat yang sama melalui teknologi CHP (Combined Heat and Power-Kombinasi Panas dan Daya), dapat menghasilkan listrik dan panas dalam prosesnya yang dapat digunakan sendiri oleh pabrik dan mungkin juga untuk dijual ke masyarakat. Produk bernilai tinggi akan meningkatkan keuntungan atau profitabilitas,  bahan bakar volume tinggi membantu memenuhi kebutuhan energi, dan produksi listrik membantu menurunkan biaya energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari daripada menggunakan fasilitas pembangkit listrik tradisional.

Pondasi Biorefinery
Ada beberapa pondasi yang dapat digunakan dalam biorefineri yaitu untuk menjadi landasan produksi gula dan landasan untuk termokimia ( juga dikenal sebagai platform syngas ) .

Pondasi biorefineri gula akan memecah biomassa menjadi berbagai jenis komponen gula untuk fermentasi atau pengolahan biologis lainnya menjadi berbagai bahan bakar dan bahan kimia. Di sisi lain, biorefineries termokimia mengubah biomassa menjadi gas sintesis atau gas buatan (hidrogen dan karbon monoksida) atau minyak pirolisis .

Proses termokimia untuk konversi biomassa adalah kompleks dan menggunakan komponen, konfigurasi, dan kondisi operasi yang khas seperti dalam penyulingan minyak bumi. Biomassa diubah menjadi syngas (gas buatan), dan syngas diubah menjadi campuran ethanol. Namun, syngas dibuat dari biomassa mengandung kontaminan seperti tar dan sulfur yang mengganggu konversi syngas menjadi produk. Kontaminan ini dapat dihilangkan dengan katalis tar – reformasi dan proses reformasi katalitik.  Hal ini tidak hanya membersihkan syngas,  juga menciptakan lebih dari itu, meningkatkan proses ekonomi dan akhirnya memotong biaya pembuatan etanol.

Nilai Tambah
Biorefineri dapat membantu dalam memanfaatkan potensi energi optimum limbah organik dan juga dapat mengatasi masalah pengelolaan limbah dan emisi gas rumah kaca.  Limbah biomassa dapat dikonversi, melalui perlakuan enzimatik/kimia yang tepat supaya menjadi bahan bakar baik gas atau cair. Pra proses – perlakuan yang terlibat dalam menghasilkan produk biorefining seperti kertas – pulp, HFCS, pelarut,  asetat, resin, laminasi, perekat, bahan kimia rasa, karbon aktif, peningkat bahan bakar, gula tercerna dan lain-lain yang umumnya belum dimanfaatkan dalam proses tradisional. Kesesuaian dan kelebihan proses ini untuk meyakin bahwa berbagai sumber daya biomassa, baik yang berasal dari tumbuhan atau hewan, dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Perspektif masa Depan
Konsep biorefinery masih dalam tahap permulaan di sebagian besar tempat di dunia. Masalah seperti ketersediaan bahan baku,  kelayakan dalam rantai pasokan produk, skalabilitas model menghambat perkembangannya di skala komersial. The National Renewable Energy Laboratory (NREL) Amerika Serikat menjadi pemimpin dunia dalam penelitian biorefineri ini. Meskipun teknologi tersebut masih dalam tahap baru lahir, tetapi memegang kunci untuk pemanfaatan yang optimal dari limbah dari sumber daya alamdan menunjukan bahwa umat manusia harus selalu berusaha untuk mencapainya. Tanggung jawab sekarang terletak pada pemerintah dan sektor korporasi untuk memberikan insentif atau membiayai penelitian dan pengembangan di bidang ini supaya dapat memberikan manfaat.

By Salman Zafar | November 21, 2013 – 1:36 pm | BiofuelsBiomass EnergyRenewable Energy diterjemahkan oleh Syukri M Nur. www.bioenerginusantara.com

About Syukri M Nur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*