Home / Aktifitas / Apa motivasi untuk mengkonversi biomassa menjadi Bioenergi?
Yueyi Indonesia

Apa motivasi untuk mengkonversi biomassa menjadi Bioenergi?

Prabir Sabu

Prabir Sabu

Bogor, 23/04/2015.  Jawaban atas pertanyaan ini telah terungkap dalam buku berjudul “Biomass gasification, pyrolysis and torrefaction practical design and theory”. Buku yang ditulis oleh Prabir Basu, pakar bioenergi asal Kanada itu, mengungkapkan tiga hal yang menjadi motivasi untuk mengkonversi biomassa menjadi bioenergi yaitu pemenuhan energi, pelestarian lingkungan, dan memetik manfaat sosial politik.

Kebutuhan energi sudah sangat mendesak karena kelangkaan sumber dan harga bahan bakar fosil yang semakin meningkat. Keterdesakan ini menjadi bagian dari motivasi dunia untuk mencari alternatif sumber energi baru dan terbarukan. Harapannya adalah sumber energi terbarukan tersebut mampu menggeser dominasi peran energi fosil, dapat diperbarui dan diproduksi secara cepat.

Upaya pelestarian lingkungan juga menjadi bagian motivasi karena biomassa, dalam perhitungan netto, tidak berkontribusi pada emisi karbondioksida ke atmosfer. Emisi karbondioksida akan mengakibatkan perubahan global, termasuk perubahan iklim yang sangat menguatirkan warga dunia.

Memetik manfaat sosial dan politik juga bagian ketiga dari motivasi tersebut. Potensi pembukaan lapangan pekerjaan dan berusaha akan teralisasi dengan baik jika pabrik pengolah biomassa dapat diwujudkan di suatu daerah.  Lapangan usaha dan pekerjaan akan tersalurkan pada bagian budidaya, pengumpulan bahan baku, pengangkutan, serta pengolahan. Bahkan secara tersirat juga membuka peluang bagi dunia penelitian dan perguruan tinggi untuk membuka tirai pengetahuan dan aplikasi biomassa sebagai bahan baku alternatif pengganti energi.

Indonesia berpeluang besar untuk mendayagunakan biomassa jika termotivasi untuk mencapai peran bioenergi atau energi terbarukan yang lebih besar pada tahun 2025. Semoga.

Pustaka:

Basu, Prabir. 2013. Biomass gasification, pyrolysis and torrefaction practical design and theory. Amsterdam: Academic Press.

About Syukri M Nur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*